Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 November 2008

WHAT HAPPEND TO OUR CULINARY HERITAGE?

Sebuah tayangan disebuah stasiun televisi menyebutkan bahwa di Bandung saat ini terdapat makanan khas Malaysia yang berpadu dengan citarasa Indonesia yaitu nasi lemak bakar. Pada saat itu saya langsung berfikir apakah masyarakat Indonesia tidak mengetahui bahwa nasi lemak merupakan warisan kuliner Indonesia yang telah ada sejak lama karena memang nasi lemak merupakan nasi khas masyarakat melayu, baik medan dan riau. Tidaklah sulit bagi warga disana untuk menemukan jenis kuliner tersebut, bukan sesuatu yang asing, bahkan mungkin karena telah menjadi makanan sehari-hari masyarakat, nasi lemak merupakan sesuatu yang terabaikan bahwa itu adalah kuliner khas Indonesia.
Seperti yang kita tahu bahwa Indonesia akhir-akhir ini banyak ‘kecolongan’ masalah paten budaya tari, musik, lagu, dan lain sebagainya. Apakah harus kita tambah satu hal lagi? Kuliner?? Saya rasa pengetahuan masyarakat Indonesia masih sangat kurang dalam warisan kuliner, hal ini dibuktikan dengan adanya tayangan di stasiun televisi tadi yang menyatakan bahwa nasi lemak merupakan kuliner khas Malaysia. Memang di Malaysia sendiri kita dapat dengan mudah menemukan menu nasi lemak dengan mudah karena memang etnis disana mayoritas masyarakat etnis melayu. Namun sebagai negara kepulauan yang besar yang terdiri dari banyak etnis, kitapun memiliki etnis melayu serta memiliki budayanya baik tari, bahasa, lagu dan kulinernya. Lalu, mengapa kita harus mengakui sesuatu yang ada di negara sendiri sebagai warisan khas negara lain? Bukankah hal tersebut sangat menyedihkan.
Apakah sebuah kuliner akan tidak diakui keberadaan hanya karena kuliner tersebut jarang terdapat di kota besar atau bahkan tidak ada sama sekali sehingga masyarakat luas tidak banyak yang mengetahui dan malah mencap kuliner sendiri sebagai kuliner negara tetangga. Sungguh hal yang sangat menyedihkan apabila hal ini malah dilakukan di pemberitaan media elektronik yang dapat di tonton masyarakat luas. Ini menjadi renungan bagi kta bersama apakah kita peduli terhadap bangsa ini? Mulai dari hal terkecil saja yang ada disekitar kita.